SEKILAS INFO
: - Rabu, 23-09-2020
  • 2 minggu yang lalu / Kepsek & Operator sekolah SDIT Nurul Iman Purwantoro mengikuti sosialisasi E-KTSP yang diselenggaran di gedung aula Korwil Bidang Pendidikan Kec Purwantoro.
  • 1 bulan yang lalu / Forum KKG Korwil Kecamatan Bidang Pendidikan Purwantoro mengadakan Video Confrence yang mengupas tentang Optimalisasi Microsoft Office 365
  • 2 bulan yang lalu / Kepala Tata Usaha SDIT Nurul Iman Purwantoro, Ririn Ekasari mengikuti rapat sosialisasi SIPLAH kerjasama KPRI Makarti dengan CV Zidane di aula korwil bidang pendidikan Kec. Purwantoro.
Pambayun, Siswi Segudang Prestasi, Apa Rahasianya?

Aktif, berprestasi, dan penuh semangat, itulah gambaran mengenai Pambayun, siswi kelas 6 SDIT Nurul Iman Purwantoro. Di usianya yang masih belia, sudah banyak prestasi yang ia raih bersama sekolahnya.

Nama lengkapnya Radya Christy Putri Pambayun, lebih dikenal dengan sapaan “Pambayun” atau “Ayun”. Putri sulung dari pasangan Dwi Kristanto dan Era Mujiati ini telah banyak menyumbangkan trofi bagi sekolahnya.

Sejak duduk di bangku kelas 4 SD, ia sudah mulai menorehkan prestasi. Bersama dua kakak kelasnya, ia mampu meraih juara 2 cabang Lomba Cerdas Cermat Qur’an (CCQ) dalam Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tingkat Kabupaten Wonogiri.

Ketika kelas 5 SD, siswi yang hobi membaca buku ini beberapa kali menjuarai perlombaan. Dimulai dari menjadi juara pertama MAPSI cabang Lomba Khitabah Putri tingkat Kecamatan Purwantoro, kemudian berlanjut menjadi juara 3 pada cabang lomba yang sama di tingkat Kabupaten Wonogiri. Tak hanya itu, ia juga menjadi juara pertama pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) cabang Olimpade IPA tingkat Kecamatan Purwantoro.

Memasuki kelas 6 SD, prestasi Pambayun semakin gemilang. Di awal tahun pelajaran 2019/2020, ia kembali menorehkan prestasi. Bersama dua temannya, ia mampu meraih juara pertama Lomba Cerdas Cermat PAI (LCC PAI) dalam PENTAS PAI tingkat Kabupaten Wonogiri. Hasil tersebut membawanya mewakili Kabupaten Wonogiri ke tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Pada Lomba Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) tahun 2019, ia meraih juara pertama cabang Lomba Cerdas Cermat Qur’an (CCQ) tingkat Kecamatan Purwantoro dan berlanjut meraih  juara 2 CCQ tingkat Kabupaten Wonogiri. Di tahun pajaran yang sama, pada Kemah Ukhuwah Daerah 3 (KEMDA 3), siswi yang berperan sebagai pemimpin barung ini meraih juara pertama Lomba PBB Putri bersama teman-teman sebarungnya. Pambayun dan teman-temannya sukses mengantarkan Pramuka SDIT Nurul Iman Purwantoro menjadi Juara Umum untuk ketiga kalinya pada even yang diselenggarakan oleh Sako Pramuka SIT Kabupaten Wonogiri tersebut.

Prestasi tertingginya ia peroleh pada perlombaan MAPSI ke-22 tahun 2019. Secara beruntun ia mampu menjadi juara pertama cabang Lomba Cerdas Cermat PAI dan Umum (LCC PAISUM) Putri di tingkat Kecamatan Purwantoro, kemudian juara pertama pada cabang lomba yang sama di tingkat Kabupaten Wonogiri. Puncaknya, ia mampu meraih juara 3 cabang LCC PAISUM Putri tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Foto : Pambayun saat meraih juara 3 MAPSI cabang Lomba Cerdas Cermat PAI dan Umum (LCC PAISUM) Putri tingkat Provinsi Jawa Tengah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, tahun 2019

 

Berawal dari Hobi Baca Buku

Keberhasilan Pambayun menjuarai berbagai perlombaan tidak ia raih secara instan. Sejak kecil siswi yang berdomisili di Desa Pucung Kecamatan Kismantoro ini sudah memiliki kegemaran membaca.

“Awalnya suka banget baca buku cerita bergambar yang harganya dua ribuan itu, dengan gambar yang menarik, jadi juga asyik membacanya,” terangnya.

Selain itu, ia juga gemar membaca majalah sampai dengan buku cerita.

“Yang pasti membaca buku-buku cerita; seperti cerita islami, legenda, cerita lucu, sampai cerita horor. Asyik aja bagi saya, apalagi kalau punya waktu luang yang banyak. Dengan membaca buku pasti ilmunya tambah banyak sih. Apalagi kalau baca majalah, banyak pengetahuan umumnya. Saya berlangganan majalah anak sudah sejak kelas satu,” ungkapnya.

“Kalau pas diajak ortu ke kota, saya suka banget minta dibelikan buku buat dibaca di rumah,” jelasnya penuh semangat. “Saya juga sering pinjam dan baca-baca buku di perpustakaan masjid dekat rumah,” lanjutnya.

 

Terinspirasi dari Kakak Kelas

 Sejak duduk di bangku kelas 1 SD, Pambayun memang dikenal sebagai siswi yang cerdas. Setiap kali penerimaan nilai ia selalu mendapat peringkat pertama di kelasnya. Kondisi berubah ketika ia memasuki kelas 3 SD, beberapa kali ia sempat tergeser dari peringkat teratas, terutama ketika penerimaan hasil UTS I dan UTS II. Namun hal itu justru menjadi pemantik semangatnya untuk semakin giat belajar. Ia bertekad untuk bisa terus berprestasi, tidak hanya di kelas, ia ingin membanggakan kedua orang tuanya dengan bisa berprestasi di perlombaan.

Pertama kali mengikuti perlombaan, yaitu pada Festival Anak Sholeh Indonesi (FASI) cabang Lomba Cerdas Cermat Qur’an (CCQ), Pambayun satu tim bersama dua orang kakak kelasnya, Kenia dan Althif Shoffa. Ia begitu kagum pada kemampuan dan prestasi dua kakak kelasnya itu. Dari situlah ia memiliki tekad untuk bisa berprestasi seperti keduanya.

“Dari kelas 4 saya udah pengin seperti mbak Kenia dan mbak Shoffa gitu. Saya berfikir bahwa kelebihan yang saya miliki tidak boleh disia-siakan,” ungkapnya.

Langkah Pambayun untuk mengikuti jejak kakak kelasnya, berprestasi sampai tingkat Provinsi, tidak serta-merta terwujud. Beberapa kali mengiku perlombaan ia harus terhenti di tingkat Kabupaten. Pernah juga ia sampai di tingkat Provinsi tetapi pulang dengan tangan hampa. Namun hal itu tida menyurutkan langkahnya. Akhirnya, keinginannya untuk berprestasi di tingkat Provinsi dapat terwujud.

“Setiap saya kalah, yang saya ingat masih ada kesempatan berikutnya. Jadi saya tidak putus asa pada kekalahan, tetapi lebih fokus pada kesempatan berikutnya. Akhirnya, saya bener-bener punya kesempatan untuk bisa berprestasi di tingkat Provinsi,” terangnya optimis.

 

Kekuatan Doa, Salat Sunah, dan Puasa Sunah

Keberhasilan Pambayun berprestasi sampai dengan tingkat Provinsi bukan hanya karena ketekunannya dalam belajar. Menurutnya, justru kedekatan kepada Allah-lah yang memudahkan keinginan-keinginannya bisa terwujud.

“Pas udah deket sama lomba biasanya saya jarang belajar. Saya malah lebih banyak berdoa seikhlas-ikhlasnya sama Allah. Bagi saya, entah itu saya belajar sekurang apapun, atau serajin apapun tetap Allah-lah yang tahu apa yang terbaik untuk saya, ” jelasnya.

Siswi berusia 12 tahun ini selalu memegang teguh nasihat dari guru-gurunya. Senantiasa melaksanakan salat sunah dan puasa sunah, terutama ketika akan menghadapi momen-momen penting seperti perlombaan dan ujian. “Saya selalu inget saran pak Musa, kalau pengin berhasil ya kudu lebih mendekat kepada Allah, Salat Tahajud dan Duha-nya kudu bisa dirutinkan,” terangnya. “Trus kalau Bu Rahayu juga menyarankan untuk puasa sunah Senin-Kamis. Alhamdulillah, saya mulai bisa sering melaksanakannya, terutama ketika akan menghadapi ujian. Itu jadi penyemangat tersendiri untuk saya,” tambahnya.

 

Peran Orang Tua

 Keberhasilan Pambayun tidak lepas dari peran orang tuanya. Ibunda Pambayun, Era Mujiati, menjelaskan bahwa sejak awal sudah menanamkan sikap tanggung jawab kepada putrinya.

“Kalau Ayun dari awal sudah kami berikan tanggung jawab. Misal minta buku cerita seri bergambar, kalau mau dibelikan seri berikutnya ya buku yang kemarin harus sudah kelar dibaca. Jadi biar memotifasi dia untuk segera menyelesaikan bacaannya,” ungkapnya.

Dalam mendampingi belajar pun, orang tua selalu menanamkan sikap tanggung jawab. “Kami tidak pernah meminta dia belajar berjam-jam. Meskipun belajarnya cuma sebentar yang penting optimis sudah menguasai materinya. Dan yang terpenting, sepulang sekolah kami selalu menanyakan ‘Belajar apa hari ini?’ ‘Bisa mengerjakan tes apa tidak?’ dan berbagai pertanyaan lain,” jelasnya.

Orang tua juga selalu menekankan untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang diterima. Pambayun selalu mengerjakan tugas dan PR yang diberikan oleh gurunya di sekolah. Bahkan soal-soal di buku yang belum diminta dikerjakan pun selalu ia kerjakan lebih dulu.

Pambayun memiliki slogan “Malu bertanya, sesat di jalan.” Alhasil, ia tak segan untuk menanyakan setiap materi yang belum ia pahami kepada Bapak Ibu Guru di sekolah maupun kepada orang tuanya saat belajar di rumah.

 

Pesan untuk Adik Kelas

Pambayun berharap, keberhasilannya dapat menginspirasi adik-adik kelasnya untuk lebih baik dari dirinya.

“Intinya, saya pengen adik kelas lebih baik lagi dalam segala hal, lebih baik dari pada saya maupun angkatan saya,” pungkasnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Video Terbaru